Sabtu, 03 Desember 2011

MENINGKATKAN KEIMANAN KEPADA ALLAH SWT MELALUI PEMAHAMAN KEMAHA ESAANNYA

Iman menurut bahasa berarti percaya. Iman kepada Allah berarti mempercayai dan menyakini Allah. Sedangkan iman menurut istilah adalah mengucapkan dengan lisan, menyakini dalam hati dan mengamalkannya dalam perbuatan seperti yang disampaikan oleh rasullah muhammad saw.[1]
Kita beriman kepada Allah tidak hanya mengucapkan dalam lisan saja, melainkan harus diyakini dalam hati dan diamalkan dengan anggota badan berupa amal perbuatan. Karena itu kita beriman membawa konsekuensi melaksanakan perintah-Nya dengan menjauhi larangan-Nya.
Allah adalah Zat Mutlaq. Menurut ajaran islam adalah tuhan Yang Maha Esa, kata Esa di  ambil  dari  kata-kata  yang   terhimpun   dalam  wa ilhukum ilahuwwahid   yang
berasal dari Al-Quran surah Al-Baqaroh ayat 163
 “Dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”
Menurut akidah islam, konsep tentang ketuhanan Yang Maha Esa disebut tauhid. Ilmunya adalah ilmu tauhid. Ilmu tauhid adalah ilmu tentang keMaha Esaan Tuhan[2] adalah sebagai berikut:
1.        Allah Maha Esa Dalam ZatNya
Kemaha Esaan Allah dalam Zat-Nya dapat dirumuskan dengan kata-kata bahwa Zat Allah tidak sama dan tidak dapat dibandingkan dengan apapun juga. Dia unique(unik:lain dari semuanya), berbeda dalam segala-galanya.[3] Zat Tuhan yang unik atau Yang Maha Esa itu bukanlah materi yang terdiri dari beberapa unsur bersusun. Ia tidak disamakan atau dibandingkan dengan benda apapun yang kita kenal.
Keyakianan kepada Zat Allah Yang Maha Esa seperti itu mempunyai konsekuensi. Konsekuensinya adalah bagi ummat islam yang mempunyai aqidah demikian, setiap atau segala sesuatu yang dapat ditangkap oleh panca indra mempunyai bentuk tertentu tunduk pada ruang dan waktu hidup memerlukan makanan dan minuman seperti manusia biasa, mengalami sakit dan mati, lenyap dan musnah, bagi seorang muslim bukanlah Allah, Tuhan Yang Maha Esa.
2.        Allah Maha Esa Dalam Perbuatan-Perbuatan-Nya
Penyataan ini mengandung arti bahwa kita meyakini tuhan Yang Maha Esa tiada tara dalam melakukan sesuatu, sehingga Dialah yang dapat berbuat menciptakan alam semesta ini. Perbuatanya itu unuk, beda dari yang lain, tiada tara dan ak sanggup manusia menirunya,. Kagumilah, misalnya, bagaimana Ia menciptakan diri kita sendiri dalam bentuk tubuh yang sangat baik, yang dilengkapiNya dengan panca indra, perasaan , akal, kemauan, bahasa, pengalaman dan sebagainya. Konsekuensi keyakinan bahwa allah maha esa dalam berbuat adalah seorang muslimtidak boleh mengagumi perbuata-perbuatan manusia lain dan karyanya sendiri secara berlebihan. Manusia, baik sebagai perorangan maupun secara kolektivitas, betapapun hebat atau luarbiasanya, tidak boleh dijadikan obyek pemujaan apalagi kalau disembah pula.
3.        Allah Maha Esa Dalam Menerima Ibadah
Ini berarti bahwa hanya Allah sajalah yang berhak di sembah dan menerima ibadah. Hanya dialah satu-satunya yang patut dan harus di sembah dan hanya kepada-Nya pula kita meminta pertolongan. Sebagaimana telah dijelaskan dalam Al-Quran Surat Al-Fatiha Ayat 5
 “hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan”
Yang dimaksud dengan ibadah adalah segala sesuatu yang dicintai oleh Allah dan yang telah dicontohkan oleh Nabi shallAllahu 'alaihi wa sallam.[4] Baik dalam kata-kata terucapkan maupun dalam bentuk perbuatan-perbuatan lain, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan. Konsekuensi keyakinan ini adalah hanyalah dialah Allah yang wajib kita sembah, hanya kepadanya pula seluruh shalat dan ibadah yang kita lakukan, kita niatkan dan kita persembahkan.
4.        Allah Maha Esa Dalam Menerima Hajat Dan Hasrat Manusia
Artinya, bila seorang manusia hendak menyampaikan maksud, permohonan atau keinginannya langsunglah sampaikan kepadanya, kepada Allah sendiri tanpa perantara atau media apapun namanya. Tidak ada sistem rahbaniyah atau kependetaan dalam islam. Semua manusia, kecuali para Nabi dan Rasul, mempunyai kedudukan yang sama dalam berhubungan langsung dengan tuhan yang maha esa. Konsekuensi keyakinan ini adalah setiap muslim tidak memrlukan orang lain di dunia ini dalam menyampaikan hajat dan hasratnya kepada Allah
5.        Allah Maha Esa Dalam Memberi Hukum
Ini berarti bahwa Allah lah satu-satunya pemberi hukum yang tertinggi. Ia yang memberi hukum kepada alam, seperti hukum-hukum alam yang selama ini kita kenal dan relatifitas dan sebagainya. Ia pula yang memberi hukum kepada ummat manusia bagai mana mereka harus hidup dibuminya ini sesuai dengan ajaran-ajaran dan kehendaknya yang dengan sendirinya sesuai pula dengan hukum-hukum (yang berlaku di) alam semesta dan watak manusia, yang semua itu adalah ciptaan Allah. Konsekuensi keyakinan seperri ini dalah seorang muslim wajib percaya pada adanya hukum-hukum alam(sunnatullah) baik dalam fisik maupun alam psikis dan spiritual yang terdapat dalam kehidupan, baik kehidupan individual maupun kehidupan sosial. Sebagai muslimah kita wajib taat dan patuh serta meyakini hukum syari’at allah yang disampaikan oleh nabi muhammad kepada manusia dan menjadikannya jalan hidup kita. Jalan hidup yang dikehendaki allah, menurut akidah adalah jalan hidup islam. Jalan hidup islam itu disebut juga dengan istilah syriat islam dengan istilah syariat islam. Dan karena syariat islam adalah pula syariat atau hukum allah, kosekuensinya adalah bagi umat islam yang secara teoretis dan praktis dengan bebas telah memilih islam sebagai agamanya, tidaklah ada jalan lain yang baik yang harus ditempuhnya selain berusaha sekuat tenaga mengikuti jalan hidup islam itu sebaik-baiknya



[1] http://ilmucomputer2.blogspot.com/2009/11/pengertian-iman-kepada-allah-swt.html17/11/2011
[2] Osman Raliby,Allah,Alam Dan Manusia,Jakarta:Media Dakwah,1980,Hal  08
[3] H.Muhammad Daud ali,Pendidikan Agama Islam,jakarta:PT. Raja Grafindo Persada,2010,hal 202
[4] http://mambsd.blogspot.com/2011/10/fw-annahl-adab-menguap-dan-bersin.html,18/11/2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Kunjugannya Lain Kali Mampir Lagi Di Blog Ini dan Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Atau Saran Untuk Blog Ini
 
Copyright © 2011 Belajar Yuuuuuuuuk!!! | Design : stkip.Com