A. PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP AKHLAK
Perkataan akhlak dalam bahasa indonesia berasal dari bahasa arab akhlaq, bentuk jamak kata al-khuluq artinya tingkah laku, perangai, tabi’at Sedangkan menurut istilah, Akhlak adalah daya kekuatan jiwa yang mendorong perbuatan dengan mudah dan spontan tanpa dipikir dan direnung lagi.[1]
Pentingnya kedudukan akhlak dapat dilihat dari berbagai sunnah qauliyah (sunnah dalam bentuk perkataan) Rasulullah. Diantaranya adalah,
البخاري فى أخرجه) اْلأَخْلاَقِ ( صَالِحَ: رِوَايَةٍ وَفِى ) إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ
الأدب المفرد والحاكم وغيرهما)
“Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia (dalam riwayat lain: yang shalih).” (Hadits Shahih yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari di dalam kitab al-Adab al-Mufrad, Imam al-Hakim dan lain-lain.)[2]
أَكْمَلُ اْلمُؤْ مِنِيْنَ إِيْمَنًا أًحْسَنُهُمْ خُلُقًا (رواه الترمذى)
“sesempurnanya iman seorang mukmin adalah orang yang baik akhlaknya.” (H.R.Tarmizi)[3]. Dan Nabi Muhammad yang di utus untuk menyempurnakan akhlak manusia itu, disebut akhlak islam atau akhlak islami, karena sumbernya berasal dari wahyu Allah yang kini terdapat dalam Al-Quran yang menjadi sumber utama agama dan ajaran islam.
Dalam pandangan Islam, akhlak merupakan cermin dari apa yang ada dalam jiwa seseorang. Karena itu akhlak yang baik merupakan dorongan dari keimanan seseorang, sebab keimanan harus ditampilkan dalam prilaku nyata sehari-hari.
Secara umum dapat dikatakan bahwa akhlak yang baik pada dasarnya adalah akumulasi dari aqidah dan syari’at yang bersatu secara utuh dalam diri seseorang. Apabila aqidah telah mendorong pelaksanaan syari’at akan lahir akhlak yang baik, atau dengan kata lain akhlak merupakan perilaku yang tampak apabila syari’at Islam telah dilaksanakan berdasarkan aqidah.
B. PERBEDAAN AKHLAK, MORAL DAN ETIKA
Di samping akhlak dikenal pula istilah moral dan etika. Akan tetapi seringkali dalam pengungkapan atau pengertian antara akhlak, etika dan moral tidak dibedakan. Bahkan cenderung menyamakan maksud antara ketiganya. Sebenarnya, pada dasarnya ketiga istilah tersebut memiliki perbedaan yaitu :
· Akhlak
Sebagaimana telah dijelaskan di atas, Akhlak adalah daya kekuatan jiwa yang mendorong perbuatan dengan mudah dan spontan tanpa dipikir dan direnungi lagi. Dengan demikian akhlak pada dasarnya adalah sikap yang melekat pada diri seseorang secara spontan diwujudkan dalam tingkah laku atau perbuatan.
· Moral
Moral berasal dari bahasa Latin mores yang berarti adat kebiasaan. Moral selalu dikaitkan dengan ajaran baik buruk yang diterima umum atau masyarakat. Karena itu adat istiadat masyarakat menjadi standar dalam menentukan baik dan buruknya.[4]
· Etika
Perkataan Etika berasal dari bahasa yunani ethos yang berarti kebiasaan. Yang dimaksud adalah kebiasaan baik atau buruk makna etika dalam kamus besar bahasa indonesia, etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan buruk dan tentang hak kewajiban moral atau akhlak. Cabang filsafat yang mempelajari tingkah laku manusia untuk menentukan nilai perbuatan baik atau buruk, ukuran-ukuran yang dipergunakannya adalah akal pikiran.[5]
Perbedaan antara akhlak dengan moral dan etika dapat dilihat dari dasar penentuan atau standar ukuran baik dan buruk yang digunakannya. Standar baik dan buruk akhlak berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Rasul, sedangkan moral dan etika berdasarkan adat istiadat atau kesepakatan yang dibuat oleh suatu masyarakat jika masyarakat menganggap suatu perbuatan itu baik maka baik pulalah nilai perbuatan itu. Oleh karena itu, dipandang dari sumbernya, akhlak islami bersifat tetap dan berlaku selama-lamanya, sedangkan moral dan etika berlaku selama masa tertentu di suatu tempat tertentu. Perbedaan pengertian ini harus dipahami supaya kita dapat membedakan sifat dan isi akhlak, moral dan etika, walaupun dalam masyarakat ketiga istilah itu di sinonimkan dan dipakai silih berganti untuk menunjukkan suatu yang baik atau buruk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar